Batam,Tintamediakepri.id. Komitmen mempercepat pengembangan Kawasan Transmigrasi Batam Rempang Galang (Barelang) terus diperkuat Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dengan menggandeng BP Batam dan Pemerintah Kota Batam. Fokus utama program ini adalah penciptaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa relokasi warga Rempang tidak hanya sebatas perpindahan tempat tinggal, tetapi juga harus disertai jaminan sumber penghidupan yang stabil dan produktif.
“Prinsipnya, masyarakat tidak sekadar pindah, tetapi juga harus memiliki pekerjaan yang menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka,” ujar Iftitah usai menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Batam, Senin (16/2).
Dalam pelaksanaan program tersebut, Badan Pengusahaan Batam berperan aktif bersama Kementerian Transmigrasi dalam memastikan penguatan kawasan berjalan terarah. Perkembangan pembangunan juga dilaporkan secara berkala kepada Agus Harimurti Yudhoyono selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon di Barelang, Kota Batam, menjadi titik sentral program penguatan tersebut. Pemerintah berupaya memastikan proses relokasi warga Rempang tetap dibarengi kepastian kerja dan keberlanjutan pendapatan, sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Sebagai dukungan nyata, Kementerian Transmigrasi telah menyalurkan 16 unit kapal perikanan berukuran 5 Gross Tonnage (GT) kepada nelayan transmigran pada Desember 2025. Masing-masing kelompok nelayan menerima satu unit kapal lengkap dengan perlengkapan tangkap guna menunjang produktivitas.
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, sebelumnya menyatakan bahwa bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mendongkrak pendapatan keluarga nelayan.
Tak hanya itu, Kementerian Transmigrasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan BP Batam juga menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi masyarakat pesisir, mulai dari teknik penangkapan yang lebih efektif hingga pengolahan hasil laut agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Menurut Iftitah, kondisi Rempang dalam setahun terakhir semakin kondusif. Stabilitas sosial ini dinilai menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan kawasan serta menumbuhkan kepercayaan investor.
Ke depan, pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang diharapkan menjadi model penataan wilayah berbasis dialog, pemberdayaan ekonomi, dan keberlanjutan sosial, sehingga pertumbuhan kawasan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(**)









