BP Batam dan Kementerian UMKM Tingkatkan Daya Saing UMKM Batam

Batam,Tintamediakepri.id. Upaya memperkuat peran UMKM di Batam kini diperkuat melalui kemitraan lintas lembaga antara Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dengan Badan Pengusahaan Batam. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong UMKM agar lebih berdaya saing dan terintegrasi dalam ekosistem industri kawasan.

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menegaskan bahwa pengembangan UMKM di Batam tidak dapat dilakukan secara parsial. Keterlibatan pemerintah pusat, perbankan, serta pengelola kawasan dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendukung UMKM di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Kesepakatan tersebut diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam rangkaian Batam Investment Gala.
Melalui kerja sama ini, pemerintah mendorong terbukanya peluang pembiayaan dan investasi yang lebih luas, peningkatan kompetensi pelaku UMKM, serta penguatan posisi UMKM sebagai bagian dari rantai pasok kawasan Free Trade Zone Batam.

Helvi mengungkapkan bahwa pelaku UMKM masih menghadapi berbagai hambatan struktural, terutama dalam hal permodalan, skala usaha, dan kemampuan bersaing. Untuk itu, pemerintah memperkenalkan pendekatan Corporate Business Responsibility (CBR) sebagai skema pendampingan berjenjang antar pelaku usaha.

Dalam skema tersebut, perusahaan besar berperan mendukung usaha menengah, sementara usaha menengah membina usaha kecil agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan naik kelas. Menurut Helvi, UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari setengah Produk Domestik Bruto serta menyerap hampir seluruh tenaga kerja di Indonesia.

Ia juga memaparkan bahwa hingga penghujung 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Provinsi Kepulauan Riau telah menembus Rp1,6 triliun kepada lebih dari 21 ribu pelaku UMKM. Kota Batam menjadi penyumbang terbesar dengan nilai penyaluran Rp940 miliar yang menjangkau lebih dari 10 ribu UMKM.
Capaian tersebut, lanjutnya, membuka peluang pengembangan kawasan percontohan UMKM di sejumlah titik strategis, termasuk wilayah Jodoh hingga akses menuju pelabuhan, guna memperluas jangkauan pembiayaan KUR di Batam.

Di sisi lain, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan klasik UMKM yang selama ini belum tertangani secara menyeluruh. Ia menyoroti persoalan mendasar seperti manajemen usaha, kualitas sumber daya manusia, kemasan produk, hingga keterbatasan akses pasar dan permodalan.

Amsakar optimistis bahwa sinergi antarinstansi akan mendorong UMKM Batam tumbuh lebih adaptif dan kompetitif. Ia menambahkan, posisi Batam sebagai kawasan investasi yang berbatasan langsung dengan Singapura memberikan peluang besar bagi UMKM untuk terlibat langsung dalam rantai pasok industri dan kegiatan investasi.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *