KKP Berduka Atas Gugurnya Deden Maulana

Jakarta ,Tintamediakepri.id. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Deden Maulana dalam kecelakaan pesawat air surveillance di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkel, Sulawesi Selatan pada 17 Januari lalu. 

Jenazah Deden diterbangkan ke Jakarta pagi tadi setelah menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan di Makassar. 

Bacaan Lainnya

“Mewakili keluarga besar KKP, saya mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga Deden Maulana. Beliau dikenal sebagai pegawai yang ulet, dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. Duka mendalam juga kami sampaikan untuk keluarga pramugari maskapai Indonesia Air Transport, Florencia Lolita Wibisono,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (22/1).

Deden merupakan jenazah kedua yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Sulsel. Jenazah pertama terindentifikasi atas nama Florencia Lolita Wibisono yang merupakan pramugari pesawat jenis ATR 42-500 itu. Sedangkan satu korban lainnya yang kemarin ditemukan Tim SAR Gabungan, masih dalam proses identifikasi. Dengan demikian masih ada tujuh korban yang dalam pencarian di sekitaran lokasi jatuhnya pesawat pada 17 Januari lalu.

Menteri Trenggono memastikan pihaknya akan terus mendampingi keluarga Deden Maulana maupun keluarga Ferry Irawan dan Yoga Nauval, dua pegawai KKP yang juga turut dalam pesawat tersebut. 

Setibanya di Jakarta, jenazah Deden disemayamkan di kampus Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Pasar Minggu, sebelum dimakamkan di Garut. Prosesi persemayaman dan pelepasan jenazah dilakukan secara kedinasan. 

Deden diberikan kenaikan pangkat anumerta dari pangkat/golongan Penata Muda Tk 1 III/b menjadi Penata III/c. Untuk putranya, diberikan beasiswa hingga perguruan tinggi. 

Menteri Trenggono juga memastikan hak ketiga pegawai KKP tersebut diserahkan langsung ke pihak keluarga, termasuk asuransi kecelakaan kerja. Ketiganya berada dalam pesawat itu dalam misi patroli udara pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

“Semoga segera ada kabar baik dari Tim SAR Gabungan, dan kami masih berharap keajaiban untuk pegawai KKP maupun kru pesawat yang masih dalam pencarian. Teriring doa juga untuk keselamatan dan kesehatan seluruh tim gabungan yang tak kenal lelah membantu proses pencarian para korban,” pungkas Menteri Trenggono.

Jenazah Deden teridentifkasi pada Rabu 21 Januari malam dan langsung diserahkan ke keluarga oleh Tim DVI Polda Sulsel di Makassar. Jenazah Deden ditemukan pertama kali oleh Tim SAR pada 18 Januari 2025 di jurang sedalam 200

meter. Namun karena kondisi cuaca, jenazahnya baru bisa dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas pada 21 Januari pagi dari lokasi kejadian.

sumber : Biro Humas dan Kerja sama luar negeri Psdkp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *