Batam,Tintamediakepri.id. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pendahuluan Penyusunan Dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK) dibuka secara resmi oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, diwakili oleh Jefridin, M.Pd.
Rencana strategis RP2KPKPK mencakup profil kawasan kumuh, rumusan masalah, strategi pencegahan dan peningkatan kualitas, rencana program, investasi, dan peran seluruh pemangku kepentingan.
“RP2KPKPK bukan hanya sekedar dokumen administratif, tetapi juga menjadi landasan hukum dan arah kebijakan dalam penanganan permukiman kumuh secara menyeluruh, tuntas, dan berkelanjutan di daerah,” kata Jefridin di Ruang Rapat Embung Fatimah Lantai IV Kantor Walikota pada Selasa (8/7/2025).Diharapkan bahwa Focus Group Discussion (FGD) ini akan memfasilitasi kolaborasi strategis antar pemangku kepentingan lintas sektor dan lintas wilayah. Perlu diingat bahwa masalah kawasan kumuh merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, dengan harapan untuk menciptakan rasa ikatan.
Menurutnya, masalah permukiman kumuh sangat penting karena tidak hanya berkaitan dengan masalah lingkungan fisik, tetapi juga memengaruhi aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dia berharap bahwa kegiatan Focus Group Discussion (FGD) hari ini akan menjadi langkah awal yang sangat penting dalam penyusunan dokumen RP2KPKPK. Melalui forum ini, kami dapat menyamakan persepsi antar pihak terkait dan melakukan verifikasi dan validasi data di lapangan.dengan menyusun RP2KPKPK ini. Diharapkan dapat menjadi dasar yang sah dan strategis untuk mengalokasikan program intervensi penanganan kumuh melalui APBD dan APBN serta kerja sama dengan sektor swasta dan CSR. Ini juga akan mendorong perguruan tinggi, masyarakat, sektor swasta, dan seluruh stakeholder lainnya untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni.(***)









