Batam.Tintamediakepri.id. Permasalahan sampah di sejumlah wilayah Kota Batam kembali menjadi sorotan. Beberapa lokasi seperti di perumahan ditiban masih menumpuk sampah yang belum diangkut oleh petugas dinas lingkungan hidup (DLH) KOTA Batam , dari pantauan media ini dilapangan 24/3/2026 (H+4 setelah lebaran ) , seperti contohnya pasar cipta puri pandangan kumuh dengan tumpukan sampah dengan aroma bau busuk ,

Salah seorang warga yang sedang berbelanja dipasar cipta puri ,25/3/2026 pagi kepada media ini yang namanya tidak mau dipublikasikan mengatakan ,”Dulu pasar cipta puri ini bersih tidak pernah sampah menumpuk seperti ini ,sekarang aduh bau ,sampah berserak ,kotorlah pokoknya ,katanya.
kepala Dinas lingkungan hidup kota batam Dohar ,sebelumnya pernah mengeluarkan Statement disalah satu media ternama yang mengatakan DLH kota batam Menjamin sampah tidak akan menumpuk selama lebaran.
namun hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada dilapangan dengan tumpukan sampah yang masih menumpuk.
Menanggapi hal ini ketua DPD LSM GEBUKI ,Thomas, angkat bicara beliau mengatakan kepala dinas DLh Dohar Telah membohongi Masyarakat ,karena tidak sesuai dengan omongan beliau disalah satu media di kota Batam yang menjamin semasa lebaran tidak Akan ada tumpukan sampah,yang kenyataanya sampah menurut beliau sampah lebih banyak ,hal ini menurut beliau mencibiri rasa kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Dlh Kota Batam yang mengakibatkan dampak negatif terhadap kinerja wali kota batam,Amsakar Achmad.
Dalam wawancara dengan wartawan, 23/3/2026 Thomas mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan survei langsung ke lapangan sejak H-1 Lebaran hingga beberapa hari setelahnya. Hasilnya, kondisi yang ditemukan justru tidak sesuai dengan pernyataan tersebut.
“Berdasarkan hasil pengecekan kami yang terdiri dari 3 tim dengan jumlah 6 orang di beberapa titik seperti perumahan Tiban, Pasar Cipta Puri, Sei Harapan, hingga kawasan Sekupang, sampah terlihat menggunung dan bahkan sudah menimbulkan belatung,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kapasitas tempat penampungan sampah di sejumlah kawasan sudah tidak memadai. Hal ini, kata dia, turut memicu masyarakat membuang sampah di luar tempat yang semestinya.
“Bukan semata-mata kesalahan masyarakat. Ketika tempat sampah sudah penuh dan tidak diangkut secara rutin, masyarakat terpaksa membuang sampah di sembarang tempat, apalagi saat hendak berangkat kerja,” jelasnya.
Thomas juga menekankan bahwa jika pengangkutan sampah dilakukan secara terjadwal, misalnya dua kali dalam seminggu, maka potensi penumpukan dapat diminimalisir dan kebersihan kota dapat lebih terjaga.
Ia menambahkan, timnya yang terdiri dari enam orang dan terbagi dalam tiga kelompok menemukan bahwa di beberapa lokasi, sampah bahkan sudah meluber hingga ke area teras rumah warga.
“Ada warga yang mengeluhkan sampah sudah masuk ke area rumah mereka. Ini tentu sangat mengganggu dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan,” katanya.
Lebih lanjut, Thomas menilai bahwa kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) perlu segera dievaluasi. Ia juga meminta Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, untuk menempatkan sumber daya manusia yang tepat sesuai dengan kompetensinya.
“Perlu ada pembenahan sistem dan penempatan orang yang benar-benar memahami pengelolaan sampah. Jika tidak, masalah ini akan terus berulang bahkan semakin parah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun terdapat capaian prestasi di bidang lain, seperti penghargaan terkait upaya anti korupsi, persoalan sampah tidak boleh diabaikan karena berdampak langsung pada citra kota dan kesehatan masyarakat.
“Prestasi itu tentu baik, tetapi jika masalah sampah tidak ditangani serius, maka akan menutupi pencapaian tersebut. Sampah ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bisa menjadi sumber penyakit dan mempengaruhi pandangan wisatawan terhadap Batam,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Thomas berharap pemerintah kota segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah agar kepercayaan masyarakat dapat kembali pulih.
hingga berita ini diterbitkan media ini telah meminta tanggapan kepala dinas lingkungan hidup DOHAR melalui pesan Wa namun belum memberikan komentar apapun (jabat)









