BATAM, KEPRI .Tintamediakepri.id. — Pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,28 persen pada semester I 2026 menjadi salah satu capaian yang disampaikan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam pertemuan bersama masyarakat Kecamatan Sekupang.
Selain pertumbuhan ekonomi, Amsakar memaparkan sejumlah program pemerintah mulai dari investasi, pendidikan, kesehatan, UMKM hingga ketenagakerjaan. Ia menyampaikan capaian tersebut saat menghadiri Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama RT/RW, LPM, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sekupang di Aula SMP Kartini Sei Harapan, Minggu (4/10/2026) malam.
Dari sisi investasi, realisasi yang dicatat Batam pada semester I mencapai Rp39,89 triliun. Menurut Amsakar, perkembangan tersebut ikut memperkuat posisi Batam sebagai tujuan investasi, termasuk dengan hadirnya ekosistem pusat data dan kecerdasan buatan (AI) berskala internasional.
Tidak hanya ekonomi, Pemko Batam juga mencatat sejumlah program di sektor sosial. Sebanyak 105.670 set seragam sekolah gratis telah dibagikan kepada siswa SD dan SMP negeri maupun swasta, disertai bantuan beasiswa pendidikan.
Untuk sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) berbasis KTP telah mencapai 98 persen penduduk Batam. Pemko juga menaikkan insentif bagi 4.000 lansia menjadi Rp300.000.
Sementara program pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM telah diberikan kepada 1.500 pemohon dengan total realisasi Rp1,3 miliar.
Di sektor ketenagakerjaan, sebanyak 4.433 orang mengikuti 108 jenis pelatihan kerja. Pemko Batam juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan 30 perusahaan di bawah naungan Apindo untuk memprioritaskan minimal 20 persen kuota rekrutmen bagi tenaga kerja lokal.
Amsakar turut menyebut angka kemiskinan Batam turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam berada di angka 83,8.
“Semua raihan ini bukan klaim personal Amsakar-Li Claudia, melainkan hasil kontribusi kolektif dari RT, RW, LPM, pimpinan kecamatan, kelurahan, Forkopimda, hingga kader Posyandu dan PKK. Mari kita hentikan ego sektoral dan terus berorkestrasi membangun Batam,” tutur Amsakar.
Di tengah pemaparan tersebut, Amsakar mengingatkan bahwa capaian pembangunan tidak dapat dilepaskan dari peran masyarakat di tingkat bawah. Ia meminta RT, RW, LPM, tokoh masyarakat, camat, hingga lurah memperkuat kerja bersama agar berbagai program pemerintah dapat berjalan sampai ke lingkungan warga.
“Batam membutuhkan ikhtiar bersama. Batam tidak memerlukan narasi-narasi yang saling melemahkan. Yang kita perlukan adalah bagaimana RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat mendukung kebijakan lurah dan camat. Dengan begitu, Bapak dan Ibu sekalian sudah menyokong penuh arah kebijakan pembangunan Pemko Batam,” ujar Amsakar.
Menurut Amsakar, komunikasi langsung dengan masyarakat harus terus diperbanyak. Ia meminta jajaran camat dan lurah tidak hanya menunggu aspirasi datang, tetapi aktif turun dan berinteraksi dengan RT, RW, serta tokoh masyarakat.
“Silaturahmi ini momentum untuk mempertemukan kembali hati kita, mendekatkan jarak, dan meluruskan hal-hal yang kurang tepat. Saya selalu ingatkan kepada camat dan lurah, jika ingin berhasil melayani warga, perbanyaklah turun dan bersilaturahmi dengan RT, RW, serta tokoh masyarakat,” katanya.
Bagi Amsakar, dukungan masyarakat diperlukan untuk memastikan program pembangunan tidak berhenti pada kebijakan, tetapi dapat dirasakan hingga tingkat lingkungan. Karena itu, ia mengajak seluruh unsur tersebut menjaga koordinasi dan menghindari ego sektoral.
Dari sisi masyarakat, perwakilan Tokoh Masyarakat Kecamatan Sekupang Fajar Fajri Pembudi menyebut pembangunan di wilayahnya mulai dirasakan. Ia menyoroti sejumlah pekerjaan seperti perbaikan drainase, jalan, serta layanan pengangkutan sampah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali atas silaturahmi ini. Di Sekupang, dampak pembangunan sangat terasa: drainase dan jalan berjalan baik, serta pengangkutan sampah di lingkungan perumahan sudah berjalan sesuai aturan,” ujar Fajar.
Fajar menegaskan RT, RW, dan tokoh masyarakat Sekupang siap ikut mendukung serta mengawal keberlanjutan pembangunan yang dijalankan Pemko Batam.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Batam menjaga komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi pembangunan dari tingkat kecamatan hingga lingkungan.(**)









