BATAM — Tintamediakepri.id. MTsN 1 Batam menjadi salah satu Titik Lokasi (Tilok) dalam pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kota Batam. Kompetisi pendidikan yang digelar secara nasional oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI tersebut mempertemukan peserta dari berbagai madrasah, baik negeri maupun swasta.

Pelaksanaan OMI 2026 memiliki dasar hukum berupa Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7023 Tahun 2026 tentang Perubahan Atas Petunjuk Teknis Pelaksanaan OMI 2026. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan kemampuan siswa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya melalui kompetisi sains terintegrasi serta kegiatan riset.

Dalam pelaksanaan sebagai Tilok, MTsN 1 Batam mendukung kebutuhan teknis peserta dengan memanfaatkan laboratorium komputer dan koneksi internet yang tersedia. Ujian dilaksanakan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT), sehingga proses seleksi dapat berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Pada jenjang SMP/MTs, sebanyak 127 peserta mengikuti kompetisi yang terbagi ke dalam tiga bidang mata pelajaran. Peserta bidang Matematika berjumlah 44 orang, IPA sebanyak 46 orang, sedangkan IPS diikuti 37 peserta.
Pelaksanaan ketiga bidang tersebut dibagi menjadi tiga waktu ujian. Matematika menjadi sesi pertama yang dimulai pukul 10.00 WIB, kemudian IPA pada pukul 13.00 WIB, dan IPS sebagai sesi terakhir yang berlangsung pukul 15.30 WIB.
“Untuk peserta, ada 127 orang, untuk 3 mata pelajaran, yaitu matematika 44, IPA 46, IPS 37, dengan 3 sesi, yaitu sesi 1 matematika mulai pukul 10:00, sesi 2 IPA pukul 13:00, dan sesi 3 IPS pukul 15:30.”
Rangkaian pelaksanaan OMI mencakup beberapa jenjang pendidikan dan berlangsung dalam beberapa hari. Selain SMP/MTs, terdapat pula peserta dari jenjang MI, MA, dan SMA. Untuk jenjang MA, pelaksanaan telah berlangsung pada malam sebelumnya.
Sembilan Siswa MTsN 1 Batam Ikut Berkompetisi
Selain menyediakan tempat sebagai Tilok, MTsN 1 Batam turut mengirimkan sembilan siswa pilihan untuk mengikuti kompetisi sains terintegrasi. Mereka dibagi ke dalam tiga bidang, yaitu Matematika, IPA, dan IPS.
Pada kategori Matematika Terintegrasi, tiga siswa yang diturunkan adalah Rizqi Ben Arfah, Rahman Hakim, dan Muhammad Alfa Reza yang seluruhnya berasal dari kelas 9.3.
Kemudian untuk IPA Terintegrasi, MTsN 1 Batam mengikutsertakan Kayla Athaya Wijaya S. dari kelas 8.3, Muhammad Althaf Nursamsul dari kelas 8.1, serta Muhammad Faiz Rizqullah dari kelas 9.1.
Sementara itu, bidang IPS Terintegrasi diwakili Afiqah Isna Sabila dan Muhammad Almer Dzaky dari kelas 9.3, serta Sheril Aszahira Nainggolan dari kelas 8.3.
OMI 2026 juga membuka ruang bagi siswa MTs dan MA untuk berkompetisi melalui bidang riset. Peserta dapat mengajukan penelitian secara individu ataupun dalam tim yang terdiri atas paling banyak tiga siswa dari satu madrasah.
Dalam pengerjaan riset, peserta dapat memperoleh bimbingan dari maksimal dua orang guru. Peran guru dalam kegiatan tersebut ditempatkan sebagai pendamping yang memberikan arahan tanpa mengambil alih proses penelitian yang dilakukan siswa.
Selain itu, setiap peserta riset harus memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan, termasuk melampirkan surat pengantar dari kepala madrasah serta surat pernyataan bahwa karya yang diajukan merupakan hasil sendiri dan tidak mengandung plagiarisme.
Peserta yang berhasil meraih hasil terbaik pada tahapan Kota Batam selanjutnya berpeluang melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi Kepulauan Riau hingga tingkat nasional.
MTsN 1 Batam memberikan dukungan kepada para siswa yang menjadi perwakilan madrasah dalam ajang tersebut. Harapannya, para peserta mampu memberikan capaian terbaik dan membawa nama MTsN 1 Batam pada tahapan OMI berikutnya.(Jbt)









