BATAM —Tintamediakepri.id. Upaya mencetak generasi baru pesepak bola terus mendapat perhatian dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 yang berlangsung di Gelora Citra Mas, Batam, pada 15–16 Agustus 2026.
Kompetisi ini menjadi ruang bagi pemain sepak bola usia dini untuk mengasah kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding. Tidak hanya diikuti tim dari berbagai daerah di Indonesia, turnamen tersebut juga melibatkan peserta dari luar negeri.
Pada acara penutupan, Minggu (16/8/2026), Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Francis, menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran festival.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, penyelenggara, wasit, peserta, dan terutama para orang tua yang hadir memberikan dukungan. Yang lebih penting, kita tidak berhenti di sini. Kita akan terus melakukan pembinaan setelah Grassroot Football Festival dengan bekerja sama melalui jaringan di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Fary.
Menurut Fary, kompetisi usia dini tidak cukup hanya berorientasi pada hasil pertandingan. Pembinaan secara berkelanjutan diperlukan agar kemampuan pemain muda dapat berkembang dan mereka memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kualitas.
Ia juga meminta para pemain yang belum berhasil menjadi juara agar tidak berhenti berlatih dan menjadikan pengalaman turnamen sebagai bagian dari proses perkembangan mereka.
“Selamat kepada yang juara. Bagi yang belum juara, teruslah berlatih karena tahun depan kita akan melaksanakan Batam Prime kembali dengan skala yang lebih besar dan peserta yang lebih banyak,” lanjutnya.
Festival tersebut kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada tim-tim terbaik dari dua kelompok usia, yakni U10 dan U12.
Pada kelompok U10, Garudayaksa keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati TNFA, disusul BSKX FC dari Malaysia di peringkat ketiga dan Bina Pratama sebagai juara keempat.
Sementara itu, kategori U12 menempatkan Tiger Nanda sebagai kampiun. FEB FC berada di posisi kedua, kemudian Diklat Isa (Imran FC) di peringkat ketiga dan Kemuning Lion menempati posisi keempat.
Sejumlah pejabat BP Batam turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam Dendi Gustinandar, Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam Rully Syahrizal, serta Direktur Perencanaan dan Pengembangan Investasi BP Batam Irfan Syakir Widyasa.
Hadir pula Ketua Panitia Yudi Chandra, Wakil Ketua Panitia Boy Andriansyah, dan Manajer Batam Prime Football Club Chandra.
Penyelenggaraan festival internasional ini diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi sesaat, tetapi turut memperluas kesempatan bagi pemain muda Batam untuk mengembangkan bakat dan memperkaya pengalaman melalui pertandingan dengan peserta dari berbagai wilayah.
BP Batam juga mendorong agar program pembinaan tersebut terus dikembangkan melalui jejaring sepak bola nasional maupun internasional. Dengan demikian, talenta-talenta muda dapat memperoleh jalur pembinaan yang lebih berkelanjutan.
Fary pun berharap pelaksanaan Batam Prime International Grassroot Football Festival pada tahun mendatang dapat dikemas dalam skala yang lebih besar dengan jumlah peserta yang semakin banyak.









