BATAM – Tintamediakepri.id. Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di kawasan Rempang sebagai bagian dari Program Strategis Nasional yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Sekolah yang akan berdiri di atas lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare tersebut mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan pendidikan berkualitas secara gratis.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan Sekolah Rakyat Merah Putih tidak hanya berfokus pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter serta pengembangan keterampilan yang dibutuhkan generasi muda dalam menghadapi perkembangan industri dan dunia kerja.
Menurutnya, saat ini persiapan pembangunan masih berada pada tahap penyelesaian berbagai persyaratan administrasi dan teknis. BP Batam memastikan seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan agar pelaksanaan pembangunan berjalan lancar tanpa kendala.
Beberapa tahapan yang sedang diselesaikan meliputi pengurusan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Di sisi lain, pekerjaan awal di lapangan difokuskan pada pemagaran area dan penanganan potensi banjir.
Amsakar menjelaskan, sekolah tersebut dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas modern untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta peningkatan kompetensi peserta didik.
Ia menilai kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas yang mampu mendukung pembangunan Batam sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Dalam proses persiapannya, BP Batam juga mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat sekitar serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Amsakar menambahkan, pembangunan fisik akan dilaksanakan secara bertahap setelah seluruh proses perizinan selesai, dengan target penyelesaian pada tahun 2028.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan Sekolah Rakyat Merah Putih merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Menurutnya, selain menyediakan pendidikan yang berkualitas dengan fasilitas yang memadai, sekolah tersebut juga akan memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi pada penguasaan keterampilan praktis sehingga para lulusan memiliki daya saing yang lebih baik di dunia kerja.
Li Claudia berharap program tersebut dapat menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh bekal pendidikan dan keterampilan yang mampu meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.(**)









