Kondisi Taman Hijau Gajah Mada Memprihatinkan, Ketua LSM Gebuki Soroti Minimnya Perawatan

Batam – Kondisi Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di depan deretan ruko Gajah Mada, Tiban, Kecamatan Sekupang, menuai sorotan. Ketua LSM Gebuki, Thomas, menilai fasilitas yang seharusnya menjadi tempat berolahraga dan rekreasi masyarakat kini sudah tidak layak digunakan karena kurangnya perawatan.

Saat ditemui wartawan, Thomas mengatakan bahwa kerusakan pada jalur pejalan kaki di kawasan taman tersebut sudah cukup parah. Menurutnya, banyak bagian jalan yang berlubang sehingga berpotensi membahayakan masyarakat yang berolahraga, terutama pada pagi hari.

“Kalau dilihat langsung di lapangan, kondisi Taman Gajah Mada memang sudah tidak layak lagi sebagai tempat olahraga. Jalan setapak yang digunakan masyarakat untuk jogging sudah banyak yang hancur dan berlubang. Sudah sering ada warga yang tersandung bahkan terjatuh saat berolahraga karena kondisi jalannya,” ujar Thomas.

Selain kondisi jalur yang rusak, Thomas juga menyoroti tidak berfungsinya lampu penerangan di kawasan taman. Ia menyebut, beberapa tahun terakhir seluruh penerangan di taman tersebut sudah tidak lagi menyala sehingga suasana menjadi gelap saat malam hari.

“Dulu masih ada penerangan, sekarang sudah tidak ada lagi. Kalau malam hari kondisinya gelap sekali sehingga taman ini seperti diabaikan dan tidak diperhatikan. Apakah instalasi atau lampunya dicuri atau memang sengaja tidak diperbaiki, kami tidak mengetahui penyebab pastinya,” katanya.

Menurut Thomas, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan hingga menjadi perhatian luas masyarakat, maka dapat menimbulkan anggapan bahwa pemerintah kurang memperhatikan fasilitas publik di Kota Batam.

“Kalau persoalan ini sampai viral, tentu bisa muncul asumsi dari masyarakat bahwa pemerintah tidak peduli terhadap fasilitas umum yang ada di Batam. Padahal taman seperti ini dibangun untuk dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.

Thomas juga menilai fungsi Ruang Terbuka Hijau di kawasan tersebut sudah jauh dari tujuan awal. Selain minim penerangan, tanaman dan bunga di area taman dinilai tidak lagi terawat sehingga mengurangi keindahan kawasan.

“Tempat terbuka hijau ini sekarang justru tidak terlihat hijau lagi. Tanaman dan bunga banyak yang tidak terawat dan terkesan terabaikan. Padahal kami meyakini ada anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaan taman tersebut. Karena itu kami berharap Pemerintah Kota Batam segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas, penerangan, serta penataan kembali kawasan taman agar dapat dimanfaatkan masyarakat dengan aman dan nyaman,” tutup Thomas.

Dari pantauan media ini dilapangan Sabtu 4/7/2026 tampak  jalur yang digunakan  masyarakat untuk joging terlihat hancur dan berlobang,  ditambah lagi kolam yang berada dilokasi tersebut tergenang air  berwarna hijau yang membuat terasa kumuh dan jorok .

 Hingga berita ini diterbitkan media ini masih berusaha konfirmasi terhadap dinas terkait. (Jbt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *