Pemkab Brebes Pelajari Strategi PAD Batam, Amsakar Ungkap 15 Program Prioritas

BATAM, Tintamediakepri.id. — Strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengelolaan anggaran pembangunan menjadi fokus kunjungan kerja Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes ke Batam, Selasa (20/10/2026).

Dalam pertemuan di Kantor Wali Kota Batam, Wali Kota Batam Amsakar Achmad berbagi pengalaman mengenai pengelolaan keuangan daerah, pengembangan potensi ekonomi, serta program pelayanan publik yang dijalankan pemerintah setempat.

Bacaan Lainnya

Amsakar menyebut pertemuan antarpemerintah daerah sebagai kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan memperkuat tata kelola pemerintahan.

“Kami menyambut baik kehadiran Ibu Bupati Brebes beserta rombongan di Kota Batam. Kunjungan ini merupakan momentum yang sangat baik untuk saling belajar, melengkapi, dan memperkuat tata kelola pemerintahan di daerah masing-masing,” ujar Amsakar.

Batam Andalkan Industri hingga Pariwisata

Dalam pemaparannya, Amsakar menjelaskan perjalanan Batam sejak dikembangkan pada era 1970-an. Wilayah ini awalnya menjadi basis logistik Pertamina, kemudian berkembang menjadi kawasan industri, kota madya administratif, hingga menjadi kota otonom dengan posisi penting dalam perekonomian nasional.

Status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone) turut memberikan fasilitas fiskal untuk mendukung kegiatan usaha dan investasi. Posisi geografis yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia juga menjadi salah satu keunggulan daerah tersebut.

Saat ini, arah pembangunan Batam mencakup industri, perdagangan, pariwisata, kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), alih kapal, serta logistik. Batam tercatat memiliki 31 kawasan industri dan peluang pengembangan pariwisata yang masih terbuka.

Namun, pertumbuhan kota juga diikuti tantangan berupa peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan lahan, air bersih, listrik, serta infrastruktur telekomunikasi. Kondisi tersebut menuntut perencanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran yang berkesinambungan.

BPHTB hingga Pajak Hotel Jadi Sumber PAD

Amsakar turut memaparkan sejumlah sumber pendapatan daerah, di antaranya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta pajak hotel dan restoran.

Di sisi belanja, Pemerintah Kota Batam menjalankan 15 program prioritas untuk mendukung pembangunan sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Program tersebut meliputi peningkatan layanan air bersih, pembangunan drainase untuk penanganan banjir, pengobatan gratis menggunakan KTP, pinjaman modal tanpa bunga bagi UMKM, bantuan seragam sekolah, hingga perluasan akses beasiswa.

Brebes Tertarik Perluas Pasar Produk Daerah

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengapresiasi kesempatan yang diberikan Pemko Batam untuk mempelajari pengelolaan fiskal dan pengembangan ekonomi daerah. Menurutnya, perkembangan Batam dalam mendorong kegiatan ekonomi, pariwisata, dan UMKM menjadi hal yang menarik untuk dipelajari, terutama menjelang penyusunan APBD 2027.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat luar biasa dari Bapak Wali Kota dan seluruh jajaran. Kami melihat kemajuan Batam luar biasa, terutama dalam menggerakkan ekonomi dan UMKM di tengah keberagaman penduduk. Kami hadir untuk mempelajari strategi Pak Wali dalam mengoptimalkan PAD dan mengelola fiskal daerah, terlebih dalam menyusun persiapan APBD 2027,” ungkap Paramitha.

Selain mempelajari strategi peningkatan PAD, Paramitha juga menyoroti kemampuan Batam menarik wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura dan Malaysia. Ia menyampaikan ketertarikan untuk menghadirkan stan promosi produk unggulan Brebes di Batam guna memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan potensi daerahnya kepada warga dan wisatawan.

Kunjungan tersebut ditutup dengan diskusi antara organisasi perangkat daerah dari kedua pemerintah kabupaten/kota, dilanjutkan pertukaran cenderamata dan foto bersama.

JUDUL : Pemkab Brebes Pelajari Strategi PAD Batam, Amsakar Ungkap 15 Program Prioritas

BATAM, KEPRI — Strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengelolaan anggaran pembangunan menjadi fokus kunjungan kerja Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes ke Batam, Selasa (20/10/2026).

Dalam pertemuan di Kantor Wali Kota Batam, Wali Kota Batam Amsakar Achmad berbagi pengalaman mengenai pengelolaan keuangan daerah, pengembangan potensi ekonomi, serta program pelayanan publik yang dijalankan pemerintah setempat.

Amsakar menyebut pertemuan antarpemerintah daerah sebagai kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan memperkuat tata kelola pemerintahan.

“Kami menyambut baik kehadiran Ibu Bupati Brebes beserta rombongan di Kota Batam. Kunjungan ini merupakan momentum yang sangat baik untuk saling belajar, melengkapi, dan memperkuat tata kelola pemerintahan di daerah masing-masing,” ujar Amsakar.

Batam Andalkan Industri hingga Pariwisata

Dalam pemaparannya, Amsakar menjelaskan perjalanan Batam sejak dikembangkan pada era 1970-an. Wilayah ini awalnya menjadi basis logistik Pertamina, kemudian berkembang menjadi kawasan industri, kota madya administratif, hingga menjadi kota otonom dengan posisi penting dalam perekonomian nasional.

Status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone) turut memberikan fasilitas fiskal untuk mendukung kegiatan usaha dan investasi. Posisi geografis yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia juga menjadi salah satu keunggulan daerah tersebut.

Saat ini, arah pembangunan Batam mencakup industri, perdagangan, pariwisata, kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), alih kapal, serta logistik. Batam tercatat memiliki 31 kawasan industri dan peluang pengembangan pariwisata yang masih terbuka.

Namun, pertumbuhan kota juga diikuti tantangan berupa peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan lahan, air bersih, listrik, serta infrastruktur telekomunikasi. Kondisi tersebut menuntut perencanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran yang berkesinambungan.

BPHTB hingga Pajak Hotel Jadi Sumber PAD

Amsakar turut memaparkan sejumlah sumber pendapatan daerah, di antaranya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta pajak hotel dan restoran.

Di sisi belanja, Pemerintah Kota Batam menjalankan 15 program prioritas untuk mendukung pembangunan sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Program tersebut meliputi peningkatan layanan air bersih, pembangunan drainase untuk penanganan banjir, pengobatan gratis menggunakan KTP, pinjaman modal tanpa bunga bagi UMKM, bantuan seragam sekolah, hingga perluasan akses beasiswa.

Brebes Tertarik Perluas Pasar Produk Daerah

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengapresiasi kesempatan yang diberikan Pemko Batam untuk mempelajari pengelolaan fiskal dan pengembangan ekonomi daerah. Menurutnya, perkembangan Batam dalam mendorong kegiatan ekonomi, pariwisata, dan UMKM menjadi hal yang menarik untuk dipelajari, terutama menjelang penyusunan APBD 2027.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat luar biasa dari Bapak Wali Kota dan seluruh jajaran. Kami melihat kemajuan Batam luar biasa, terutama dalam menggerakkan ekonomi dan UMKM di tengah keberagaman penduduk. Kami hadir untuk mempelajari strategi Pak Wali dalam mengoptimalkan PAD dan mengelola fiskal daerah, terlebih dalam menyusun persiapan APBD 2027,” ungkap Paramitha.

Selain mempelajari strategi peningkatan PAD, Paramitha juga menyoroti kemampuan Batam menarik wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura dan Malaysia. Ia menyampaikan ketertarikan untuk menghadirkan stan promosi produk unggulan Brebes di Batam guna memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan potensi daerahnya kepada warga dan wisatawan.

Kunjungan tersebut ditutup dengan diskusi antara organisasi perangkat daerah dari kedua pemerintah kabupaten/kota, dilanjutkan pertukaran cenderamata dan foto bersama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *