ABH Tanggapi Keluhan Pelanggan di Bengkong Jaya

BATAM ,Tintamediakepri.id. Krisis air bersih berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kota Batam. Salah satunya terjadi di Bengkong Jaya, yang menurut warga sudah hampir dua bulan mengalami gangguan pasokan air.

Air merupakan kebutuhan utama masyarakat. Ketika pasokan terhenti, berbagai aktivitas warga ikut terganggu, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga aktivitas sekolah.

Bacaan Lainnya

Seorang warga Bengkong Jaya, Jono (nama samaran), mengeluhkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, sejak pengelolaan air beralih ke Air Batam Hilir (ABH), persoalan pasokan air di wilayahnya semakin parah.

“Keluh kesah warga jono nama samaran, terkait air semenjak Air Batam Hilir (ABH) air tak selesai sudah parah kita di Batam ini. Tempat saya di Bengkong Jaya sampai sekarang sudah dua bulan mana ada ngalir air di rumah.”

Menurut dia, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai membebani masyarakat karena harga air yang harus dibeli cukup mahal.

“Saya beli terus air satu tengkinya, Rp.350.000, bayangkan mana sanggup kalau beli terus. Ini dah habis air mau beli lagi air sudah gawat kita ini, kalau dulu air jamannya Adhya tirtha Batam (ATB) lancar kalau pun mati air sebentar, tidak seperti ini,” ujarnya kepada awak media WBN di salah satu kedai kopi di wilayah Pasar Bengkong.

Keluhan serupa disampaikan warga Bengkong Nusantara. Salah seorang warga mengatakan, pasokan air di wilayah tersebut sudah delapan hari tidak mengalir.

“Iya sudah 8 hari tak mengalir airnya penampunggan sudah pada kosong semuanya,” ujarnya.

Gangguan pasokan air juga berdampak terhadap aktivitas sekolah. Seorang warga berinisial S mengatakan, anaknya tidak dapat berangkat sekolah karena tidak tersedia air untuk mencuci pakaian seragam maupun mandi.

“S” mengaku sudah menunggu pasokan air hingga malam bersama suaminya. Namun, air tidak kunjung mengalir.

Akibat kondisi tersebut, anaknya tidak dapat berangkat sekolah pada Senin (21/9/2026).

Keluhan warga terkait gangguan pasokan air juga disampaikan melalui grup perangkat RT. Warga mengeluhkan air yang tak kunjung mengalir ke rumah mereka.

sementara itu ketika media ini meminta tanggapan ke pihak SPAM Batam ,Ginda Alamsyah mengklarifikasi peristiwa tersebut.

PT Air Batam Hilir (ABH) memahami keluhan pelanggan terkait kondisi suplai air minum yang dirasakan masyarakat di wilayah Bengkong Jaya.
ABH menyampaikan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan adanya penurunan produksi pada IPAM Mukakuning yang berdampak
terhadap suplai ke sejumlah wilayah pelayanan, termasuk Bengkong Jaya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, ABH bersama BU SPAM–BP Batam terus melakukan koordinasi dan langkah-langkah teknis
untuk memaksimalkan kembali suplai air ke wilayah yang terdampak.
Upaya ini dilakukan agar kondisi pelayanan dapat berangsur membaik.

Di tengah proses penanganan tersebut, ABH juga tetap memberikan solusi sementara bagi pelanggan yang terdampak
melalui bantuan suplai air menggunakan mobil tangki secara gratis.
Bantuan tersebut dapat dikoordinasikan melalui perangkat wilayah setempat
agar penyalurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami memahami kesulitan yang dirasakan pelanggan.
Untuk itu, selain melakukan penanganan pada sisi suplai,
kami juga menyiapkan bantuan air tangki gratis bagi masyarakat yang terdampak.
Kami berharap proses perbaikan dan penataan suplai ini dapat segera selesai
sehingga pelayanan kepada pelanggan kembali membaik.

ABH memastikan upaya penanganan terus dilakukan bersama BU SPAM–BP Batam
dan akan mengoptimalkan langkah yang diperlukan agar suplai air ke wilayah Bengkong Jaya dapat segera membaik.(Jabat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *