Amsakar Beberkan Perkembangan Batam, Ekonomi Tumbuh 6,76 Persen

BATAM – Tintamediakepri.id. Sejumlah perkembangan Kota Batam dalam satu tahun enam bulan terakhir dipaparkan Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menghadiri pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Selatan (PKBSS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel S, Lubukbaja, Batam. Dalam kesempatan itu, Amsakar turut mengajak masyarakat Batam yang berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel) untuk memiliki rasa kepedulian dan ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Bacaan Lainnya

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Mubes PKBSS Kepri yang digelar setelah dua periode kepengurusan Taba Iskandar. Menurut Amsakar, musyawarah besar memiliki sejumlah agenda utama, mulai dari penyampaian pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, pemilihan kepengurusan baru, hingga perubahan atau penyempurnaan AD/ART jika memang diperlukan.

“Musyawarah harus dijalankan secara bijak, adil, dan penuh rasa kekeluargaan. Jangan sampai ada perselisihan yang berlebihan dalam proses menentukan arah organisasi,” ujar Amsakar.

Ajak Warga Sumsel Merasa Bagian dari Batam

Amsakar kemudian mengungkapkan adanya keterkaitan sejarah antara masyarakat Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau yang telah berlangsung sejak masa Bukit Siguntang. Hubungan historis tersebut dinilai dapat menjadi penguat rasa kebersamaan bagi masyarakat asal Sumsel yang kini menetap di Batam.

Ia meminta warga asal Sumsel tidak lagi menempatkan diri hanya sebagai pendatang. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di Batam perlu ikut merasa menjadi bagian dari kota tersebut dan berkontribusi dalam menjaganya.

“Merasa sebagai orang Batam yang berasal dari Sumsel. Jadi, kita bersama-sama menjaga Batam,” pesannya.

Dalam sambutannya, Amsakar juga mengingatkan fungsi paguyuban sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan kepedulian antaranggota. Ia berharap organisasi kemasyarakatan tidak lebih berorientasi pada kepentingan finansial, melainkan memperkuat semangat untuk saling membantu.

Investasi Naik 115,5 Persen

Pada kesempatan yang sama, Amsakar memaparkan sejumlah indikator pembangunan Batam. Ia menyebut ekonomi Batam kini tumbuh sebesar 6,76 persen.

Pertumbuhan tersebut berjalan bersamaan dengan peningkatan nilai investasi. Investasi Batam tercatat naik 115,5 persen, dari sebelumnya Rp60 triliun menjadi Rp69,3 triliun. Sementara itu, realisasi investasi pada semester I telah mendekati Rp30 triliun.

Kemajuan juga terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat dari 83,3 menjadi 83,8.

Dari sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) bertambah dari 1,3 juta menjadi 1,6 juta kunjungan. Kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) juga mengalami peningkatan, yakni dari 1,7 juta menjadi 2,1 juta kunjungan.

Amsakar menyebut perhatian pemerintah pusat terhadap Batam turut memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan. Batam, kata dia, telah tiga kali dipanggil Presiden RI dan memperoleh lima Peraturan Pemerintah (PP) yang ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan.

“Kepercayaan dunia internasional terhadap Batam juga bisa kita lihat dari masuknya investasi dari sejumlah perusahaan global terkemuka seperti Dell, Nvidia, dan Firmus Technologies,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan Batam selama ini juga dapat berjalan dengan memanfaatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tanpa mengandalkan rupiah murni yang bersumber dari APBN maupun APBD.

Menurutnya, berbagai pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi banyak pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, Forkopimda, DPRD hingga pelaku usaha.

Warga Diminta Bijak Bermedia Sosial

Menutup penyampaiannya, Amsakar mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Ia menilai algoritma platform digital dapat membuat narasi negatif semakin luas karena didorong oleh tingginya jumlah penonton.

Masyarakat pun diminta tidak ikut menyebarkan fitnah, informasi bohong, ataupun konten yang dapat memicu perpecahan. Sebaliknya, ruang digital diharapkan dimanfaatkan untuk menghadirkan informasi yang produktif serta memberikan edukasi kepada masyarakat.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *