BATAM, Tintamediakepri.id. – Dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Batam. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan hingga dipulangkan ke orang tua masing-masing.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, beberapa siswa mengalami gejala seperti diare dan muntah setelah mengonsumsi makanan yang disediakan.
Diduga akibat kejadian tersebut, pihak sekolah mengambil kebijakan memulangkan siswa pada Rabu (29/4/2026) sebagai langkah penanganan awal.
Tintamediakepri telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak MAN Insan Cendekia Batam. Namun, saat mendatangi madrasah pada hari yang sama, Kepala MAN Insan Cendekia Batam, Kamal, maupun staf tidak dapat ditemui.
“Kepala madrasah tidak ada, sudah keluar,” ujar sekuriti MAN Insan Cendekia Batam, Jafrizal.
Saat ditanya mengenai pihak lain yang dapat memberikan keterangan, Jafrizal menyebut tidak ada yang bisa ditemui untuk dimintai konfirmasi.
Sementara itu, upaya konfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp kepada Kepala MAN Insan Cendekia Batam, Kamal, juga belum mendapat respons.
Hingga berita ini diterbitkan, Tintamediakepri masih berupaya meminta keterangan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau (Kanwil Kemenag Kepri) serta Kementerian Agama Kota Batam terkait peristiwa tersebut.
Diare dan Muntah, Siswa MAN Insan Cendekia Batam Diduga Keracunan MBG
BATAM, TINTAMEDIAKEPRI – Dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Batam. Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan hingga dipulangkan ke orang tua masing-masing.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, beberapa siswa mengalami gejala seperti diare dan muntah setelah mengonsumsi makanan yang disediakan.
Diduga akibat kejadian tersebut, pihak sekolah mengambil kebijakan memulangkan siswa pada Rabu (29/4/2026) sebagai langkah penanganan awal.(Jabat)
Tintamediakepri telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak MAN Insan Cendekia Batam. Namun, saat mendatangi madrasah pada hari yang sama, Kepala MAN Insan Cendekia Batam, Kamal, maupun staf tidak dapat ditemui.
“Kepala madrasah tidak ada, sudah keluar,” ujar sekuriti MAN Insan Cendekia Batam, Jafrizal.
Saat ditanya mengenai pihak lain yang dapat memberikan keterangan, Jafrizal menyebut tidak ada yang bisa ditemui untuk dimintai konfirmasi.
Sementara itu, upaya konfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp kepada Kepala MAN Insan Cendekia Batam, Kamal, juga belum mendapat respons.
Hingga berita ini diterbitkan, Tintamediakepri masih berupaya meminta keterangan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau (Kanwil Kemenag Kepri) serta Kementerian Agama Kota Batam terkait peristiwa tersebut.









