Batam,Tintamediakepri.id.Perkembangan ekonomi Batam sepanjang 2026 memperlihatkan kinerja yang semakin kuat. Pertumbuhan investasi, peningkatan aktivitas pelabuhan, serta naiknya nilai ekspor menjadi indikator bahwa Batam terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Indonesia.
Sebelumnya, BP Batam mencatat realisasi investasi pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp17,4 triliun. Nilai tersebut meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan tumbuh 68,92 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Di sektor logistik, layanan pelayaran langsung internasional (direct call) di Terminal Peti Kemas Batu Ampar juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Berdasarkan data operasional terminal, jumlah kunjungan kapal direct call selama Januari hingga Mei 2026 mencapai 106 call. Angka tersebut melonjak 212 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya mencatat 34 call.
Sementara itu, volume peti kemas yang dilayani melalui jalur direct call mencapai 58.237 TEUs atau meningkat 125 persen dibandingkan capaian 25.904 TEUs pada periode Januari–Mei tahun sebelumnya.
Kontribusi layanan direct call tersebut mencapai sekitar 24 persen dari total arus peti kemas internasional yang ditangani selama periode yang sama. Pencapaian ini menunjukkan semakin pentingnya peran TPK Batu Ampar sebagai pintu gerbang perdagangan internasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan transit di negara lain.
Selain sektor logistik, performa ekspor Batam juga mencatat pertumbuhan yang menggembirakan pada awal tahun 2026.
Amerika Serikat masih menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai mencapai USD 860,32 juta atau meningkat 30,71 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Di posisi berikutnya, Singapura mencatat nilai ekspor sebesar USD 704,47 juta dengan pertumbuhan 4,52 persen. Sementara itu, India menjadi negara dengan peningkatan tertinggi, yakni mencapai 410,23 persen atau senilai USD 344,67 juta.
Pertumbuhan ekspor juga tercatat ke sejumlah negara lainnya. Nilai ekspor ke Tiongkok meningkat 49,63 persen menjadi USD 265,55 juta, Jerman naik 65,36 persen menjadi USD 44,90 juta, sedangkan Filipina mencatat kenaikan hingga mencapai USD 89,68 juta.
Pelaksana tugas Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra mengatakan Batam memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia bagian barat.
Menurutnya, peningkatan investasi dan aktivitas logistik menjadi bukti bahwa kepercayaan pelaku usaha terhadap Batam terus meningkat dan memberikan dampak positif terhadap sektor industri, perdagangan, serta jasa.
Ia menegaskan bahwa BP Batam akan terus memperkuat sistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna menunjang kelancaran arus barang, investasi, dan mobilitas ekonomi secara berkelanjutan.
“Capaian ini membuktikan bahwa Batam memiliki daya saing yang semakin kuat. Meningkatnya aktivitas logistik, ekspor, dan investasi menjadi indikator bahwa Batam berada pada jalur pertumbuhan yang tepat sebagai gerbang perdagangan dan investasi di wilayah Indonesia bagian Barat,” katanya, Kamis (4/6/2026).
Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad sebelumnya menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan investor terhadap Batam.
“Lonjakan ini menunjukkan Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga mengeksekusinya secara lebih cepat, pasti, dan produktif,” ujarnya.
Dengan pertumbuhan investasi yang tinggi, peningkatan ekspor ke berbagai negara tujuan, serta aktivitas logistik yang terus berkembang, Batam semakin mengukuhkan perannya sebagai penggerak utama ekonomi Kepulauan Riau sekaligus salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.
Ke depan, BP Batam berkomitmen menjaga momentum tersebut melalui peningkatan layanan investasi, percepatan penyediaan infrastruktur dan utilitas, penguatan kepastian berusaha, serta pembangunan ekosistem industri yang kompetitif dan berkelanjutan.(**)









