BATAM .Tintamediakepri.id. Aktivitas logistik di Batam terus menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya kegiatan di sektor kepelabuhanan. Salah satu indikatornya adalah bertambahnya jumlah kapal direct call yang melakukan aktivitas bongkar muat secara langsung di pelabuhan Batam tanpa melalui pelabuhan transit.
Peningkatan aktivitas tersebut turut berdampak pada sektor pariwisata. Jumlah wisatawan domestik mengalami kenaikan dari sekitar 1,7 juta menjadi hampir 2,1 juta orang. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara juga meningkat dari sekitar 1,2 juta menjadi kisaran 1,5 hingga 1,6 juta orang.
Amsakar menjelaskan, perkembangan logistik, pelabuhan, dan pariwisata saling mendukung sehingga memberikan dampak ekonomi yang luas terhadap berbagai bidang usaha, termasuk industri perhotelan, jasa transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM.
Batam Diposisikan sebagai Mitra Pertumbuhan Regional
Pada kesempatan tersebut, Amsakar menegaskan bahwa Batam bukan sekadar daerah tujuan relokasi investasi dari Singapura. Menurutnya, hubungan Batam dengan Singapura dan Johor dibangun atas konsep kemitraan pertumbuhan yang saling melengkapi.
“Untuk maju tidak harus sendiri. Kita bisa tumbuh bersama. Batam hadir sebagai mitra yang saling melengkapi Singapura dan Johor, bukan sebagai pesaing ataupun sekadar menerima limpahan investasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, letak Batam yang berada di jalur strategis Selat Malaka menjadi salah satu keunggulan utama dalam menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Industri Data Center Terus Berkembang
Amsakar mengungkapkan bahwa industri data center kini menjadi salah satu penggerak baru pertumbuhan investasi di Batam. Hingga pertengahan 2026, total investasi pada sektor tersebut telah mencapai sekitar Rp120 triliun dengan sekitar 20 proyek yang masih dalam tahap pengembangan.
Keunggulan tersebut didukung keberadaan sejumlah landing station kabel bawah laut internasional di kawasan Nongsa, seperti Indonesia Cable Express, Nongsa China Cable System, dan Singapore Cable System. Infrastruktur digital tersebut semakin memperkuat daya tarik Batam bagi industri teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
“Kami memiliki lahan, dukungan infrastruktur digital, ketersediaan air bersih, serta pasokan listrik yang terus dipersiapkan bersama PLN. Karena itu, investor memilih Batam berdasarkan daya saing yang kami miliki,” ujarnya.
Presiden Dorong Batam Terus Menjadi Penggerak Investasi
Amsakar juga membagikan hasil pertemuannya dengan Presiden Republik Indonesia yang berlangsung selama sekitar satu jam 45 menit. Dalam pertemuan itu, Presiden menekankan pentingnya menjaga daya saing Batam melalui penyederhanaan proses perizinan, percepatan pelayanan investasi, serta pengembangan pelabuhan bertaraf internasional agar potensi Selat Malaka dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Presiden juga meminta Batam terus menjalankan perannya sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain itu, Amsakar menyampaikan sejumlah tantangan terkait proses peralihan kewenangan perizinan dari berbagai kementerian dan lembaga. Ia berharap penerapan PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025 dapat semakin mempercepat pelayanan kepada investor.
“Perhatian Presiden menjadi energi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Batam menjadi lebih tinggi. Ukuran keberhasilan kami adalah menghadirkan kinerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dunia usaha,” tutup Amsakar.(**)









