Modernisasi TPK Batu Ampar Perkuat Posisi Batam sebagai Hub Logistik Internasional

Batam –Tintamediakepri.id. Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar terus mengalami transformasi melalui modernisasi fasilitas, peningkatan sistem operasional, dan penguatan kualitas layanan. Langkah tersebut menjadikan pelabuhan ini semakin siap menjadi gerbang logistik bertaraf internasional sekaligus memperkuat konektivitas pelayaran global dari Batam.

Pengembangan TPK Batu Ampar dilakukan oleh PT Batam Terminal Petikemas (BTP) sebagai mitra BP Batam bersama PT Batu Ampar Container Terminal (BACT). Proyek tersebut didukung investasi sekitar USD 85 juta yang digunakan untuk pembaruan alat bongkar muat, perluasan area penumpukan peti kemas, peningkatan kapasitas terminal, hingga digitalisasi layanan pelabuhan agar operasional menjadi lebih efektif.

Bacaan Lainnya

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan pengembangan TPK Batu Ampar merupakan bagian dari strategi BP Batam dalam memperkuat sektor logistik dan meningkatkan daya saing Batam di tingkat regional.

“Sejalan dengan arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, pengembangan TPK Batu Ampar akan terus diakselerasi. sebagai komitmen untuk mewujudkan sistem logistik yang modern dan efisien, sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, industri, dan tujuan investasi utama,” ujar Denny.

Modernisasi tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja operasional. Produktivitas bongkar muat peti kemas meningkat dari 18 BCH menjadi 24 BCH, sedangkan produktivitas penanganan kapal naik signifikan dari 12 BSH menjadi 40 BSH.

Perbaikan sistem juga membuat waktu pelayanan kapal semakin efisien. Rata-rata waktu sandar kapal berhasil dipangkas dari 20 jam menjadi 7 jam, sementara waktu tunggu kapal berkurang dari 1,4 jam menjadi 0,6 jam.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, arus peti kemas di TPK Batu Ampar mencapai 221.183 TEUs, dengan volume ekspor sebanyak 71.930 TEUs atau sekitar 32,5 persen dari total aktivitas. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan di Batam.

Konektivitas pelayaran internasional juga semakin kuat melalui penambahan layanan direct call. Frekuensi kapal berkapasitas 1.200–2.000 TEUs kini meningkat menjadi 10–13 kali setiap bulan, disertai layanan rutin kapal berkapasitas 1.000–1.900 TEUs.

Peningkatan layanan tersebut turut memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha. Biaya pengiriman rute Batam–Shanghai kini berkisar USD 650–800 per kontainer 20 kaki, lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang mencapai USD 950–1.100 melalui sistem transshipment di Singapura. Selain menghemat biaya hingga sekitar USD 300 per kontainer, waktu pengiriman juga menjadi lebih singkat, yakni sekitar delapan hari.

Efisiensi operasional juga dirasakan perusahaan pelayaran karena waktu sandar kapal yang lebih singkat mampu menekan biaya operasional hingga sekitar USD 3.800 untuk setiap kunjungan kapal.

Selain pembenahan fasilitas, BP Batam bersama pengelola terminal juga tengah menyiapkan penerapan sistem Direct Billing yang memungkinkan pengguna jasa melakukan pembayaran secara langsung kepada operator terminal. Sistem tersebut diharapkan mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi, sekaligus mengurangi waktu inap barang di pelabuhan.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menilai seluruh indikator tersebut menunjukkan bahwa pengembangan TPK Batu Ampar berjalan sesuai rencana.

“Ke depan, BP Batam berkomitmen memperbesar kapasitas tampung terminal agar dapat merespons pertumbuhan arus barang global dan memperkokoh posisi Batam sebagai hub logistik regional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, mengatakan pihaknya bersama BACT akan terus melanjutkan pengembangan terminal melalui pemanfaatan teknologi digital, perluasan area operasional, pengerukan kolam pelabuhan untuk melayani kapal berukuran lebih besar, serta integrasi sistem kepelabuhanan.

“BP Batam bersama BTP dan BACT akan melanjutkan berbagai program strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian nasional,” pungkas Basori.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *