BATAM .TIntamediakepri.id. Batam kembali menarik perhatian investor internasional dengan masuknya rencana investasi di sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Perusahaan infrastruktur AI asal Australia, Firmus Technologies Pty Ltd, yang didukung Nvidia, akan membangun proyek AI Data Center pertamanya di Indonesia melalui kerja sama strategis dengan DayOne.
Rencana investasi tersebut semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan yang dinilai siap menjadi pusat pengembangan infrastruktur digital dan pusat data di kawasan Asia Tenggara. Dukungan terhadap proyek ini juga diperkuat melalui sinergi antara BP Batam dan PT PLN Batam dalam menyiapkan kebutuhan energi serta fasilitas pendukung bagi investor.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan investasi di sektor pusat data memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding pembangunan infrastruktur semata karena mampu mendorong lahirnya ekosistem ekonomi berbasis teknologi digital.
“Ketika investasi data center masuk ke Batam, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya gedung dan server. Yang sedang dibangun adalah ekosistem ekonomi digital baru. PLN Batam berkomitmen memastikan fondasi energi yang andal agar investasi tersebut dapat tumbuh, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian Batam,” ujar Kwin Fo.
Di sisi lain, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai kehadiran Firmus Technologies menjadi bukti meningkatnya kepercayaan perusahaan global terhadap prospek investasi di Batam. Menurutnya, kolaborasi yang melibatkan Nvidia dan DayOne menjadi langkah penting dalam mendorong Batam menuju pusat pengembangan teknologi kecerdasan buatan berstandar internasional.
“Ini bukan sekadar investasi pusat data, melainkan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Batam dan Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital serta ekosistem AI dunia,” ujar Li Claudia di Batam Centre, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, tingginya minat investor terhadap sektor digital menunjukkan Batam memiliki berbagai keunggulan, mulai dari letak geografis yang strategis, infrastruktur yang terus berkembang, hingga kebijakan investasi yang mendukung pertumbuhan industri teknologi.
Li Claudia menegaskan BP Batam akan terus mengawal realisasi investasi tersebut dengan menghadirkan layanan perizinan yang efektif, memperkuat infrastruktur pendukung, serta menciptakan kemudahan bagi investor yang ingin mengembangkan usahanya di Batam.
Masuknya investasi Firmus Technologies diperkirakan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, di antaranya membuka peluang kerja bagi tenaga profesional, memperkuat industri digital, mendorong alih teknologi di bidang kecerdasan buatan, serta meningkatkan daya saing Batam di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan hadirnya proyek AI Data Center berskala global tersebut, Batam semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu gerbang utama pengembangan industri digital Indonesia sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di kawasan Asia Tenggara.(**)









