Batam,Tintamediakepri.id. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait pengelolaan APBD Tahun Anggaran 2026 yang mengangkat tema pembiayaan kreatif (creative financing) serta peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja daerah. Kegiatan ini digelar di Kantor Wali Kota Batam pada Senin (27/4/2026).
Dalam arahannya, Firmansyah menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Batam telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH), yang mulai berlaku sejak 24 April 2026.
Penerapan WFH tersebut merujuk pada Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 23 Tahun 2026 tentang transformasi budaya kerja melalui penyesuaian pelaksanaan tugas bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemko Batam.
Ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi dilakukan secara terukur dan tidak mengganggu pelayanan publik. Layanan dasar bagi masyarakat tetap menjadi prioritas, begitu juga program-program yang berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Firmansyah mengungkapkan bahwa berdasarkan perhitungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), kebijakan tersebut diproyeksikan mampu menghemat anggaran daerah hingga sekitar Rp18,2 miliar. Penghematan ini berasal dari penyesuaian belanja operasional kantor, pengurangan penggunaan bahan bakar minyak melalui pembatasan kendaraan dinas, serta efisiensi perjalanan dinas ke luar daerah.
Ia juga mengajak seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memanfaatkan forum diskusi ini secara maksimal. Menurutnya, FGD menjadi wadah penting untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan dalam pengelolaan anggaran sekaligus merumuskan solusi bersama.
“Gunakan forum ini dengan sebaik-baiknya. Pelajari dan pahami setiap kendala yang ada agar pengelolaan APBD 2026 dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Kegiatan FGD ini turut menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat, yakni Horas Maurits Panjaitan selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, serta Fernando H. Siagian yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah I Kementerian Dalam Negeri.(**)









