BATAM -Tintamediakepri.id. Dinas Kesehatan Kota Batam melakukan investigasi lapangan terkait kasus gangguan pencernaan yang dialami 23 siswa MAN Insan Cendekia Batam. Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah catatan pada aspek higiene dan sanitasi lingkungan sekolah.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan pada Rabu (13/5/2026), tim Dinkes mencatat bahwa karyawan dapur telah menggunakan alat pelindung diri (APD), namun belum konsisten memakai masker saat bekerja. Selain itu, penjamah makanan diketahui telah mengikuti penyuluhan keamanan pangan, tetapi belum memiliki sertifikat resmi.
Pada fasilitas kantin, Dinkes menemukan bahwa kantin sekolah belum memiliki Surat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS). Sementara itu, hasil pemeriksaan juga mencatat belum tersedianya hasil uji kualitas air secara berkala dari lembaga terakreditasi pada depot air minum isi ulang yang digunakan di lingkungan sekolah.
Dalam aspek perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), tim menilai implementasi di lingkungan sekolah belum berjalan optimal. Dispenser air minum juga disebut tidak dibersihkan secara rutin sesuai standar kebersihan.
“Temuan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan dan wawancara lapangan terhadap kondisi lingkungan, kantin, dapur, hingga depot air minum di sekolah,” demikian tertuang dalam berita acara hasil investigasi lapangan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, kepada Durasi.co.id, Rabu (14/5/2026).
Berdasarkan hasil tersebut, Dinkes merekomendasikan agar pihak sekolah segera mengurus SLHS kantin, melakukan pemantauan rutin bersama Puskesmas minimal satu kali dalam setahun, meningkatkan penerapan PHBS di kalangan siswa, serta memastikan pemeriksaan berkala depot air minum isi ulang dilakukan oleh lembaga terakreditasi.
Dalam kesimpulannya, Dinkes menyatakan kasus diare tersebut diindikasikan berkaitan dengan faktor higiene individu masing-masing siswa yang terdampak di lingkungan sekolah.(Tim)









