Dinyatakan Bungkam Dan Tidak Transparansi,Kades Pauh (Usman) Tidak terima Saat Diberitakan Pengolahan Dana Desa Sebesar Rp.805 Juta.

Karimun- Moro, Tintamediakepri.id. Beredar berita yang disalah satu media yang menyatakan kades Pauh (Usman) kecamatan moro bungkam dan tidak transparansi terkait dalam pengelolaan dana desa sebesar Rp 805 juta,membuat kades usman geram.

Dalam kesempatan ini awak media ini langsung menjumpai kades pauh kecamatan moro (Usman) dikediamanya terkait mempertanyakan pemberitaan yang dinaikkan salah satu media di karimun, perihal pengolahan dana desa pauh yang viral di medsos,sabtu 26/09/2026.

Bacaan Lainnya

Dalam hal ini kades pauh Usman mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengelek jika ada jurnalistik atau wartawan yang ingin mengetahui seputar kegiatan didesa yang dipimpinya,ucapnya.

Namun ia mengatakan lima hari yang lalu,ada no hp yang tidak dikenal me-whatsap ke hp nya, dan meminta data Blt,BUMDes,Penangan Pangan desa dan Boat Ambulance Desa, terus terang saye heran ini siapa, ya jelas tak saya layan tiba-tiba minta data.ucapnya

Setelah itu yang membuat saya heran, tepatnya semalam no ho tersebut mengirimkan berita seputar pengolahan dana desa pauh, yang dimana menyudutkan dalam pemberitaan tersebut,ungkapnya.

“Jika saya bungkam dan tidak transparansi timbulnya dimana ia dapat data tersebut”

Sementara itu usman mengatakan,kegiatan-kegiatan seperti pengolahan pangan desa pengadaan jaring tankap untuk nelayan dan pakaian seni budaya (Sanggar) tahun 2023 sudah kami laksanakan, ucapnya.

Terkait yang di beritakan untuk pengadaan alat tangkap nelayan yang di tahun 2024 tersebut itu sisa nelayan yang belum terima makanya kami adakan untuk 2024,jelasnya.

Kemudian masalah ambulance laut untuk masyarakat berobat,ambulance laut tersebut ada boleh dicek ungkapnya.

Ia juga sangat menayangkan berita yang dinaikkan oleh salah satu media di karimun tersebut ini jelas sudah menyudutkan dirinya, kcuali kegiatan tersebut Fiktif, ungkapnya.

Sejauh ini satahu saya seorang wartawan atau jurnalistik yang berprofesional dalam pemberitaan bukan meliput melalui pesan whatsapp atau telpon dengan tiba-tiba seharusnya terjun ke lapangan atau datangi kades atau inntasi lain diwawancarai dulu dan baru di publikasikan, ini jelas saya merasa dirugikan,tuturnya.

Bukan maksud saya menyudutkan profesi wartawan atau jurnalistik,setiap pemberitaan harus jelas dan bukti dilapangan,tutupnya.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *