Investasi Batam Semester I 2026 Capai Rp38,97 Triliun, Penyerapan Tenaga Kerja Ikut Melonjak

BATAM –Tintamediakepri.id. Perkembangan investasi di Batam sepanjang 2026 menunjukkan tren positif. Hingga semester pertama tahun ini, nilai investasi yang tercatat melalui metode bottom-up Badan Pengusahaan (BP) Batam mencapai Rp38,97 triliun. Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasinya berada di angka Rp29,89 triliun.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap Batam sebagai kawasan strategis untuk kegiatan investasi. Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperkuat iklim usaha melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas, serta penyederhanaan pelayanan.

Pada kuartal pertama 2026, realisasi investasi Batam telah mencapai Rp17,48 triliun atau mengalami pertumbuhan 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut kemudian bertambah Rp12,41 triliun pada kuartal kedua sehingga total berdasarkan LKPM menjadi Rp29,89 triliun.

Dari jumlah tersebut, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp17,80 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp12,09 triliun. Secara tahunan, realisasi semester pertama tersebut tumbuh 27,31 persen, dengan pertumbuhan kumulatif sebesar 62,75 persen.

Sementara itu, penghitungan menggunakan metode bottom-up BP Batam menunjukkan realisasi sebesar Rp38,97 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar. Pertumbuhannya mencapai 36,03 persen secara tahunan dan 57,01 persen secara kumulatif.

Perbedaan kedua angka tersebut disebabkan oleh penggunaan basis pengukuran yang berbeda. Kedua metode tetap digunakan sebagai bahan untuk melihat perkembangan investasi Batam secara lebih menyeluruh.

Target Rp70 Triliun

BP Batam menetapkan sasaran investasi sebesar Rp70 triliun untuk sepanjang 2026. Dengan demikian, capaian LKPM sebesar Rp29,89 triliun telah memenuhi 42,70 persen dari target tahunan.

Adapun berdasarkan perhitungan bottom-up, realisasi Rp38,97 triliun telah mencapai 55,67 persen dari sasaran tersebut.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menilai pertumbuhan investasi tidak cukup hanya dilihat dari nilai nominalnya. Menurutnya, keberhasilan investasi juga harus tercermin melalui realisasi proyek, perkembangan industri dan terbukanya kesempatan kerja.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan bahwa BP Batam akan terus melakukan penguatan terhadap pelayanan, regulasi dan pembangunan infrastruktur agar daya saing Batam sebagai kawasan investasi tetap terjaga.

Tenaga Kerja Bertambah Hampir 10 Ribu Orang

Peningkatan aktivitas investasi juga beriringan dengan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja. Pada semester pertama 2026, jumlah tenaga kerja yang tercatat mencapai 40.943 orang, meningkat dari 30.979 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan demikian, terdapat tambahan sebanyak 9.964 tenaga kerja atau tumbuh sekitar 32,16 persen.

Pertambahan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas investasi mulai memberikan dampak terhadap sektor ekonomi secara langsung. Ketika proyek dan kegiatan industri berkembang, kebutuhan terhadap tenaga kerja turut mengalami peningkatan.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menekankan bahwa peningkatan investasi harus dibarengi dengan pelayanan yang mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.

Ia berharap investor tidak hanya menjadikan Batam sebagai lokasi untuk menanamkan modal, tetapi juga memiliki keyakinan untuk mengembangkan usaha dan melakukan ekspansi.

Menurutnya, keberhasilan investasi pada akhirnya harus memberikan manfaat kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan pekerjaan, penguatan industri lokal dan peningkatan aktivitas ekonomi.

Dorong Investasi dengan Nilai Tambah Tinggi

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, arah pengembangan investasi ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan nominal, tetapi juga pada kualitas investasi yang masuk.

Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan antara lain manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, kecerdasan buatan, energi, logistik hingga industri hilir.

“Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia,” kata Fary.

BP Batam juga akan terus melakukan pengawalan terhadap proyek-proyek strategis agar investasi yang telah masuk dapat segera direalisasikan dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Dengan realisasi semester pertama yang telah melampaui separuh target berdasarkan metode bottom-up, BP Batam optimistis pertumbuhan investasi masih dapat dipertahankan hingga penghujung 2026.

Amsakar menegaskan bahwa perkembangan tersebut harus menjadi pijakan untuk memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi yang kompetitif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” pungkasnya.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *