Batam,Tintamediakepri.id. Keberadaan pot tanaman bougenville yang dipasang di sejumlah ruas jalan di Kota Batam belakangan menjadi perhatian masyarakat, terutama di media sosial. Puluhan pot tersebut terlihat tertata rapi di beberapa lokasi strategis, seperti di kawasan Bundaran Punggur (Bundaran Hamidah) hingga di sekitar Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Menanggapi berbagai pertanyaan yang muncul, BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa program penataan tersebut tidak menggunakan anggaran negara, baik dari APBN maupun anggaran operasional BP Batam. Seluruh pembiayaan berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Ia menjelaskan bahwa penggunaan dana CSR merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam mendukung pembangunan kota. Dengan skema ini, penataan lingkungan tetap dapat dilakukan tanpa mengurangi anggaran untuk program-program prioritas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Ariastuty juga menekankan bahwa hal ini perlu disampaikan secara jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait sumber pendanaan program tersebut.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa penataan pot bougenville ini merupakan bagian dari upaya memperindah kota. Tanaman bougenville dipilih karena memiliki tampilan yang menarik dengan warna-warna cerah, serta memiliki daya tahan yang baik terhadap kondisi iklim tropis.
Selain itu, tanaman ini juga mampu bertahan di lingkungan perkotaan yang cenderung panas dan minim air, sehingga relatif mudah dalam perawatan. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan utama agar penataan tetap efisien dan berkelanjutan.
Menurutnya, penempatan pot bougenville tersebut bertujuan untuk meningkatkan estetika kota, sehingga Batam dapat terlihat lebih indah, asri, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengguna jalan.
Di sisi lain, BP Batam juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga fasilitas tersebut agar tetap dalam kondisi baik. Dukungan dan kepedulian masyarakat dinilai sangat penting untuk memastikan keindahan kota dapat dinikmati dalam jangka panjang.
Selain itu, Ariastuty menyampaikan bahwa penempatan pot-pot tersebut akan dilakukan penyesuaian atau pengaturan ulang. Hal ini dilakukan sambil menunggu tanaman yang saat ini masih dalam proses pengiriman dari Pulau Jawa.
Ia juga menambahkan bahwa pot yang saat ini posisinya terlalu dekat dengan badan jalan akan dipindahkan dengan jarak kurang lebih lima meter. Langkah ini dilakukan agar tetap tersedia bahu jalan yang bisa digunakan, terutama dalam kondisi darurat.
Ariastuty pun menyampaikan apresiasi atas masukan dari masyarakat dan menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan perbaikan dalam pelaksanaan program tersebut.(**)









