BATAM – Tintamediakepri.id. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pengukuhan jajaran Pengurus Keluarga Besar Kabupaten Kampar (KBKK) Kota Batam periode 2026–2031 yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Golden View, Bengkong, Sabtu (4/7/2026). Kehadirannya sekaligus menjadi momentum untuk memberikan pesan kepada kepengurusan baru agar mampu menjaga persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi Kota Batam.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar mengungkapkan penghargaan kepada masyarakat Kampar yang menetap di Batam karena dinilai telah berpartisipasi dalam berbagai aspek pembangunan. Menurutnya, semangat bekerja, kemandirian, dan kebersamaan yang dimiliki warga Kampar menjadi nilai positif bagi perkembangan kota.
Kepada pengurus yang baru dikukuhkan, ia menitipkan empat hal penting sebagai pedoman dalam menjalankan organisasi. Keempatnya meliputi menjaga kekompakan antaranggota, menghadirkan kepemimpinan yang mampu mengayomi, menumbuhkan kecintaan terhadap Kota Batam tanpa meninggalkan identitas sebagai putra daerah Kampar, serta memiliki kemampuan mengelola waktu dan menentukan prioritas dalam menjalankan amanah.
Amsakar menegaskan bahwa kekuatan sebuah organisasi terletak pada persatuan seluruh anggotanya. Oleh sebab itu, ia berharap seluruh pengurus dapat menjaga keharmonisan, mempererat komunikasi, serta menghindari perpecahan yang dapat menghambat jalannya organisasi.
“Pemimpin yang baru harus merangkul, bukan membelah. Rangkul semua elemen, termasuk para senior dan tokoh masyarakat. Jangan terjebak dalam disinformasi atau isu-isu kontraproduktif yang beredar di media sosial,” tegas Amsakar.
Selain itu, ia menggambarkan sosok pemimpin yang ideal melalui filosofi sebuah pohon yang mampu tumbuh kokoh sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki arah yang jelas, dekat dengan anggotanya, serta mampu menjadi tempat mencari solusi ketika muncul persoalan.
“Ke atas harus berpucuk, ke bawah harus mengakar, rindang sebagai tempat berteduh, dahannya kuat tempat bergantung. Begitu seharusnya organisasi, memiliki arah, visi, dan tujuan yang jelas. Pemimpinnya harus membumi, menjadi pengayom, pelindung, tempat bersandar, mampu memahami persoalan anggotanya, sekaligus menghadirkan solusi nyata,” ujarnya.
Amsakar juga mengajak masyarakat Kampar yang telah lama menetap di Batam untuk membangun pola pikir bahwa mereka merupakan bagian dari masyarakat Batam yang berasal dari Kabupaten Kampar. Dengan cara pandang tersebut, rasa memiliki terhadap kota tempat tinggal akan semakin kuat sehingga mendorong partisipasi dalam pembangunan, tanpa mengurangi kecintaan terhadap kampung halaman.
Menjelang akhir sambutannya, Amsakar mengingatkan agar kepengurusan KBKK mampu menyusun agenda organisasi secara terencana, menentukan program yang menjadi prioritas, serta menjalankan setiap kegiatan secara efektif agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh anggota.
Prosesi pengukuhan Pengurus KBKK Kota Batam periode 2026–2031 berlangsung dengan lancar dan dihadiri para tokoh masyarakat, sesepuh, serta warga asal Kabupaten Kampar yang berdomisili di Batam. Tingginya antusiasme peserta mencerminkan semangat kebersamaan untuk terus mempererat tali persaudaraan sekaligus mendukung pembangunan Kota Batam.(**)








