Batam,Tintamediakepri.id. Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin menerima audiensi Aliansi Mahasiswa Batam yang menyampaikan aspirasi melalui aksi di depan Kantor DPRD Kota Batam pada Kamis (18/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, DPRD menyatakan kesiapan untuk meneruskan dan mengawal berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa kepada pihak terkait.
Aksi yang berlangsung sejak pagi itu diikuti sejumlah mahasiswa dengan membawa berbagai tuntutan mengenai kondisi lingkungan, layanan air bersih, serta aktivitas yang dinilai berdampak terhadap wilayah pesisir di Batam. Setelah melakukan penyampaian pendapat di halaman kantor DPRD, peserta kemudian melanjutkan agenda diskusi bersama anggota dewan di ruang pertemuan.
Dialog dipimpin langsung oleh Kamaluddin dan membahas sejumlah persoalan yang menjadi perhatian mahasiswa. Isu yang diangkat meliputi dorongan pengesahan RUU Perampasan Aset, evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta persoalan daerah seperti pengelolaan lingkungan, kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, pelayanan air bersih, penanganan sampah, dan pengendalian banjir.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kamaluddin menjelaskan bahwa perkembangan Batam sebagai daerah tujuan pertumbuhan ekonomi membawa konsekuensi terhadap meningkatnya kebutuhan pelayanan dasar dan infrastruktur perkotaan.
Ia menerangkan bahwa peningkatan jumlah penduduk turut memengaruhi volume sampah harian yang kini mencapai sekitar 1.300 ton per hari, meningkat dibanding beberapa tahun sebelumnya. Kondisi serupa juga terjadi pada sektor layanan air bersih yang mengalami kenaikan jumlah pengguna hingga ratusan ribu pelanggan, sementara sebagian sarana pendukung memerlukan perbaikan dan peningkatan kapasitas.
Menurutnya, pemerintah daerah juga tidak memiliki kewenangan untuk membatasi perpindahan penduduk ke Batam karena posisi kota tersebut merupakan kawasan strategis nasional yang dipersiapkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Karena itu, berbagai tantangan pembangunan perlu direspons melalui penguatan layanan publik, peningkatan kualitas infrastruktur, serta koordinasi lintas sektor agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap.
Pada kesempatan tersebut, DPRD memastikan seluruh aspirasi mahasiswa akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Batam dan instansi terkait sesuai bidang masing-masing agar dapat ditindaklanjuti lebih lanjut.
DPRD juga menegaskan perannya sebagai ruang komunikasi antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah untuk mendorong penyelesaian persoalan daerah secara terbuka dan kolaboratif.
Melalui audiensi ini, diharapkan komunikasi antara unsur pemerintah dan kalangan mahasiswa dapat terus berjalan sehingga berbagai isu pembangunan di Kota Batam dapat dibahas dan diselesaikan melalui pendekatan yang lebih partisipatif.(**)









