Kapolsek Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam, AKP Zharfan Edmond,Tegaskan Komitmenya Dalam Menindak Bentuk Pencalonan Tiket Di Pelabuhan ASDP Roro Punggur

Batam .Tintamediakepri.id. Kapolsek Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam, AKP Zharfan Edmond, menegaskan komitmen pihaknya dalam menindak praktik percaloan tiket yang meresahkan masyarakat di Pelabuhan ASDP Roro Punggur.

Ia menyampaikan bahwa tim gabungan Satgas Gakkum Ops Ketupat Seligi sebelumnya telah berhasil mengungkap jaringan calo tiket di kawasan pelabuhan. Dalam pengungkapan tersebut, dua oknum petugas ASDP juga turut diamankan karena diduga terlibat.

Bacaan Lainnya

AKP Zharfan Edmond mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran calo yang menjanjikan kemudahan keberangkatan dengan harga jauh lebih mahal dari harga resmi.

“Beli tiket hanya melalui jalur resmi. Praktik calo tidak hanya merugikan kantong, tapi juga memicu ketidaktertiban dan penumpukan penumpang,” tegas AKP Zharfan.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat sejumlah calon penumpang dengan tujuan Kuala Tungkal yang berada di pelabuhan namun belum memperoleh tiket.

Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan ASDP serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) guna mencari solusi.

Hasil koordinasi tersebut menghasilkan keputusan penambahan dua armada kapal yang akan melayani penumpang tujuan Kuala Tungkal pada 18 Maret 2026. Kapal KN Sarotama P112 dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Bintang 99 pada pukul 00.00 WIB dengan kapasitas 130 penumpang pejalan kaki. Sementara itu, KMP Tanjung Burang akan berangkat dari Pelabuhan ASDP Telaga Punggur pada pukul 18.00 WIB dengan kapasitas 200 penumpang serta 23 unit kendaraan.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan pendaftaran keberangkatan, dapat mendatangi TPS Batam atau Buffer Zone dengan membawa identitas resmi seperti KTP, SIM, maupun Kartu Keluarga.

Kapolsek KKP Batam menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat di seluruh pelabuhan di wilayah Batam guna memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

Ia juga meminta masyarakat segera melapor kepada petugas apabila menemukan indikasi praktik percaloan di lapangan.

“Praktik percaloan tidak hanya merugikan masyarakat karena harga tiket dijual jauh lebih mahal, tetapi juga dapat menimbulkan ketidaktertiban dan penumpukan penumpang di pelabuhan, terutama menjelang arus mudik Lebaran,” ujarnya.

“Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan di seluruh pelabuhan di Batam. Apabila ditemukan praktik percaloan, terutama yang memanfaatkan momentum Lebaran, kami akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Zharfan juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban di kawasan pelabuhan dengan tidak menggunakan jasa calo serta segera melaporkan kepada petugas jika menemukan praktik tersebut.(Jabat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *