KARIMUN –Tintamediakepri.id. Seorang nelayan asal Desa Sanglar, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan pulang usai membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Kecamatan Moro, Selasa (28/7/2026). Hingga malam hari, korban belum kembali ke rumah, sementara pompong miliknya ditemukan dalam kondisi mesin masih menyala tanpa awak di sekitar Pantai Pulau Kain 3, Desa Jang, Kecamatan Moro.

Korban diketahui bernama Azman (63), seorang nelayan yang berdomisili di Tanjung Pray Utara, RT 10/RW 03, Desa Sanglar, Kecamatan Durai.
Berdasarkan keterangan anak korban, Izianti (34), ayahnya berangkat dari Desa Sanglar sekitar pukul 06.00 WIB menggunakan pompong untuk membeli solar di SPBU Kompak Muhdi, Kecamatan Moro.
Namun hingga sekitar pukul 18.15 WIB, korban belum juga kembali ke rumah. Keluarga kemudian menghubungi salah seorang karyawan SPBU Kompak Muhdi dan memperoleh informasi bahwa korban telah membeli BBM sekitar pukul 10.10 WIB, lalu langsung bertolak pulang menuju Desa Sanglar.
Karena korban tak kunjung tiba, pihak keluarga mulai khawatir. Sekitar pukul 19.25 WIB, Izianti menerima telepon dari seorang nelayan bernama Rian Mustika (27) yang mengabarkan bahwa pompong milik korban ditemukan terdampar di tepi Pantai Pulau Kain 3.
Rian menjelaskan, saat sedang melaut sekitar pukul 19.10 WIB, dirinya melihat sebuah pompong tersangkut di bibir pantai dengan kondisi mesin masih hidup, namun tidak terdapat seorang pun di atasnya.
Ia kemudian memeriksa area sekitar pulau untuk memastikan keberadaan pemilik pompong, namun tidak menemukan siapa pun. Setelah itu, Rian memeriksa isi pompong dan menemukan sejumlah barang milik korban yang masih berada di atas kapal.
Barang-barang tersebut di antaranya satu unit telepon genggam, tas, pakaian, rokok, serta BBM solar yang baru dibeli dari SPBU Kompak Muhdi.
Hingga berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan. Peristiwa tersebut telah diketahui pihak keluarga dan diharapkan menjadi perhatian instansi terkait untuk melakukan upaya pencarian terhadap korban. Masyarakat juga berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil sehingga keberadaan korban dapat segera diketahui.(Rd)









