Batam,Tintamediakepri.id. Salah satu capaian membanggakan datang dari Charina Anggi Simbolon, putri anggota Kodim 0316/Batam, Peltu M.M. Simbolon, yang berhasil masuk dalam jajaran 10 lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026.

Tak hanya itu, Charina juga berhasil meraih peringkat pertama pada Program Studi Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, membuktikan prestasinya di bidang akademik selama menempuh pendidikan di IPDN.
Prestasi Charina turut mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, saat memberikan pembekalan kepada Praja Utama Angkatan XXXIII di Gedung Balairung Rudini IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyampaikan bahwa keberhasilan para lulusan terbaik menjadi bukti bahwa prestasi diraih melalui kemampuan dan kerja keras, bukan karena latar belakang ekonomi maupun status keluarga.
“Itu yang membuat saya bangga, artinya proses rekrutmen pada saat awal mereka benar. Dan proses belajar di sini juga benar. Karena mereka bukan dari kalangan yang dapat dikatakan mampu. Tapi bisa meraih 10 besar dari 1.204 yang insyaallah nanti akan diwisuda dan dilantik,” katanya.
Sebanyak sepuluh calon wisudawan terbaik dipanggil ke atas panggung untuk diperkenalkan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang keluarga yang beragam, mulai dari anak petani, pedagang, tenaga pendidik, pelaku usaha, hingga anggota TNI dan Polri.
Keberhasilan Charina menjadi salah satu lulusan terbaik sekaligus meraih peringkat pertama di program studinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Kodim 0316/Batam. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa dedikasi, disiplin, dan semangat belajar mampu mengantarkan seseorang meraih hasil terbaik.
Dalam pembekalannya, Mendagri juga menekankan bahwa pendidikan merupakan bekal penting untuk membentuk pola pikir ilmiah, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan berdasarkan data dan referensi.
“Poin yang ingin saya sampaikan itu (pendidikan) membuka wawasan ilmiah, cara berpikir ilmiah, sehingga penyelesaian masalah juga selalu berbasis teori, data, referensi,” tandasnya.









