Batam,Tintamediakepri.id.Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memulai proyek pembangunan ulang pada sebagian ruas Jalan Gajah Mada, tepatnya dari kawasan Pura Agung Amerta Bhuana hingga Taman Kota, mulai 25 Juli 2026. Proses pengerjaan diperkirakan berlangsung sekitar empat minggu, dengan waktu penyelesaian yang dapat menyesuaikan kondisi cuaca maupun situasi di lapangan.
Perbaikan yang dilakukan tidak hanya memperbaiki permukaan jalan yang rusak, tetapi juga mencakup pembongkaran konstruksi lama, perbaikan dan pemadatan pondasi, pengecoran menggunakan beton bertulang, serta pelapisan kembali dengan aspal agar jalan lebih kokoh dan tahan lama.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari komitmen BP Batam dalam menjaga kualitas infrastruktur sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kami memilih melakukan rekonstruksi secara menyeluruh pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar hasilnya lebih kuat dan memiliki usia yang lebih panjang. Langkah ini merupakan investasi untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik,” ujarnya.
Selama proses pembangunan berlangsung, arus lalu lintas akan diatur secara bertahap. Pada tahap pertama, jalur dari depan Universitas Internasional Batam (UIB) menuju Taman Kota arah Nagoya akan ditutup sementara. Pengendara nantinya diarahkan melewati Flyover Sei Ladi menuju Flyover Laluan Madani sebagai jalur alternatif.
Setelah pekerjaan pada sisi tersebut selesai, pengerjaan akan dilanjutkan ke lajur seberangnya dengan sistem penutupan sebagian jalan sehingga kendaraan masih dapat melintas di bawah pengawasan petugas.
Ariastuty menjelaskan bahwa skema rekayasa lalu lintas akan terus dievaluasi bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang. Apabila terdapat kondisi yang memerlukan penyesuaian, pengaturan arus kendaraan akan disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.
BP Batam juga mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu-rambu yang dipasang di sekitar lokasi proyek, mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan jalur alternatif selama proses rekonstruksi berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan sehingga proyek selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat Batam.(**)









