Batam .Tintamediakepri.id. Ketua DPD LSM Gebuki, Thomas, menyoroti penanganan sampah di Kota Batam yang dinilai masih belum efektif. Berdasarkan hasil observasi lapangan yang dilakukan selama Maret 2026, pihaknya menemukan banyak titik penumpukan sampah di berbagai wilayah.

foto : sampah disepanjang jalan menuju SD 005 sekupang.
Thomas menyebut, tumpukan sampah terlihat di sejumlah lokasi rawan seperti pasar induk, lingkungan sekolah, hingga persimpangan jalan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam dinilai belum maksimal.
“Dalam beberapa hari terakhir kami turun langsung ke lapangan, dan memang sampah masih menggunung di banyak titik. Artinya, kinerja kadis saat ini belum menunjukkan hasil yang signifikan,” ujarnya.
Ia menduga, kepala dinas yang menjabat saat ini masih belum menemukan strategi yang tepat dalam mengatasi persoalan sampah di Batam. Bahkan, menurutnya, permasalahan ini telah berdampak pada citra kota, terutama di mata wisatawan.
“Isu sampah ini sudah menjadi kesan negatif bagi wisatawan asing. Tidak hanya menimbulkan bau, tapi juga berpotensi memicu berbagai penyakit di lingkungan masyarakat,” katanya. Kepada awak media ini ,Senin 16 /3/2026.
Thomas juga menyoroti dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan, terutama bagi anak-anak. Ia menjelaskan, penumpukan sampah di kawasan permukiman maupun sekolah dapat menjadi sumber penyebaran penyakit.
“Kalau sampah dibiarkan menumpuk, lalu tertiup angin, itu bisa menyebarkan penyakit. Apalagi di lingkungan sekolah, anak-anak masih belum paham bahaya dari sampah,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut juga memerlukan perhatian dari Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi potensi wabah yang mungkin timbul di masyarakat.
Ketika media ini bertanya terkait penempatan Dohar sebagai kepala dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam
Thomas menilai penempatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup saat ini tidak tepat karena tidak memiliki latar belakang di bidang tersebut.
“Bukan kurang pas, tapi memang tidak tepat. Karena tidak memiliki latar belakang di bidang lingkungan hidup, jadi kurang memahami cara penanganan sampah secara efektif,” Katanya dengan nada berapi api
,”Saya sebagai Ketua DPRD LSM GEBUKI mendorong Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, agar lebih selektif dalam menempatkan pejabat, sesuai dengan kompetensi masing-masing,
Harus benar-benar menerapkan prinsip the right man in the right place, supaya penanganan sampah bisa lebih maksimal,” tambahnya.
Thomas juga mengungkapkan, dari hasil pemantauannya sejumlah wilayah seperti Punggur, Nongsa, dan Sagulung, masih ditemukan banyak tumpukan sampah yang belum tertangani dengan baik.
Selain itu, ia menyoroti kapasitas tempat penampungan sampah di pasar yang dinilai tidak lagi memadai dibandingkan volume sampah yang terus meningkat. Ia menyarankan agar DLH melakukan pengelolaan yang lebih terstruktur, termasuk pemisahan antara sampah kering dan basah serta pendataan volume sampah secara akurat.
Sementara itu dari pantauan awak media ini DILAPANGAN Senin ,16/3/2026 siang di sekitar sepanjang jalan berdekatan dengan SD N 005 sekupang masih menumpuk sampah disepanjang jalan tersebut.
Salah seorang ibu ibu yang melewati jalan tersebut berceloteh , bau ,jorok apalagi ini dekat dengan sekolah sangat tidak mendidik bagi anak anak ,kalau angin berhembus baunya kesekolah ,jadi bisa mengganggu konsentrasi anak anak belajar akibat bau busuk yang ditimbulkan ,ungkapnya kepada media ini ,yang namanya tidak bersedia untuk dipublikasikan.
Dengan kondisi ini, Thomas berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas agar persoalan sampah tidak semakin parah dan Batam tetap menjadi kota yang bersih serta menarik bagi wisatawan. (Jabat









